Tuhan Murka (?)

Bencana di mana-mana dari pelosok desa hingga ibu kota, Tuhan Murka (?)

Ya… bencana kini menimpa bumi
Datang silih berganti
Tersiar hingga pelosok negeri
Jerit tangis umat jadi trending tiap hari
Sesak pilu rasa di hati
Letusan Gunung Sinabung yang belum teratasi
Kini banjir menghantam lagi

Oh.. Tuhan
Apakah Kau murka pada kami?
Ngeri sekali bila Kau murka
Tak ada satupun di antara kami bisa mencegahnya

Ketika bumi Kau goyahkan
lautan Kau muntahkan
badai angin pun Kau tiupkan
bukti Kau pemilik kekuasaan juga kebesaran

Gunung-gunung merontak menggetarkan, memuntahkan dahak meluluh-lantakkan semua pasak
bak dentuman irama musik, berisik riuh, gaduh nan bergemuruh
itu bukti Kau Maha Kuasa

Ketika Kau porak-porandakan seisi lautan
Airnya ditumpahkan
Perut bumi bergoyang riang
Juga tanda kebesaranMu

Wahai Tuhan
Bila Kau berkendak
Tak satupun makluk bisa mengelak
Meski para petapa tak secuil pun beranjak dari kata dzikir dan ucapan syukur dipanjatkan

Tuhan… Kala kerlip bintang menghampiri menghias sudut- sudut galaksi
kami takkan sanggup menemuinya karena kami tak sesuci diriMu

Tuhan… Ketika kami bersimpuh menghadapMu
Kami berharap hentikan amarahMu karena kami tak sekuat diriMu

Tuhan… Kami yakin cahayaMu ‘kan selalu menyertai diatas puing-puing bencana sekalipun
untuk itu, beri kami ketabahan dan kemudahan dalam menghadapi ujianMu ini.

Bengkulu, 12 Januari 2014

Tuhan Murka (?)
“turut prihatin dan berduka atas bencana letusan Gunung Sinabung di Medan, Sumatera Utara dan banjir yang saat ini menimpa sejumlah daerah di Indonesia. Semoga korban diberikan ketabahan, kesabaran dalam menghadapi musibah ini“

Puisi ini pernah menjadi ARTIKEL UTAMA di Kompasiana