Tahajud Mahabah Dua Insan

2 Likes 1 Comment
Tahajud Mahabah Dua Insan

Lagu sendu musim gugur telah mengundang
Di atas angin dedaunan pun sibuk berdendang
Berjatuhan menapaki tanah lapang
Lalu nada-nada khas ayatMu kulantunkan
Hingga menyiram nurani penyejuk indraku
Dan aku lantas bergumam atas semua itu:
“Oh… Tuhan, betapa indahnya ciptaanMu”

Malam pun jadi saksi diriku bergumam
Ketika gurau mulai bungkam dijejali malam
Hiruk-pikuk insan yang tadinya riuh itupun terlelapkan
Namun aku, kuangkatkan badan, dan—
Terjaga dalam selaksa keheningan
Mencecahkan diri ke sajadah pangkuan Tuhan
Di ruang kedap yang menuntun diri penuh kekhusyukkan
Nyaman dalam balutan khalis yang kukenakan
Aku pun sedu-sedak dalam pengaduan
“Tuhan… Tuhan… Tuhan…”

Hening malam kian menjamu
Menemani diri dalam mengadu
Tak berbesit sepatah kata pun tuk menjemu
Aku larut dalam kidung suci merelung syahdu
Atas rasa yang kini singgahi jiwaku
Atas rasa yang kini membuatku memohon restu

Ini Tuhan… ini yang ingin aku kadu
Bahwa aku terpincut paradigma rasa cinta pada insanMu
Rasa cinta yang berhari-hari semakin menggebu
Rasa cinta yang diharapkan jadi penuntun ke titah firmanMu.
Meskipun paradigma itu belum pantas kunamakan cinta,
Namun hasratku sebagai insan betapa ingin merenggutnya
Agar menjadi pengingat tuk jalani titahMu menuju baqa

Pada malam yang masih setia memboncengi pagi
Dan siang masih lama menghampiri
Kidung-kidung suci pun terus ku-ucapi
“Ilah… Ilah… Ya Ilahi Rabbi”

Atas nama cinta yang membawaku larut di kaki malam ArsyMu
Atas peran hidupku yang mempercayai asma agungMu
Hanya padaMu-lah aku berserah diri
Menggubah mahabah yang kini terpatri
Dalam takaran napas yang masih sama setiap hari

Oh… Tuhan yang Mahatahu segala
Meski paradigma itu belum pantas kunamakan cinta
Namun aku masih ingin merenggutnya
Tetap teguh memperjuangkannya
Menjalani sesuai batasan norma yang ada
Hingga kelak rasa itu merenggut kehakikian cinta padaMu; Sang Pencipta

Wahai… segenap penjuru cinta termaktub
Aku menginginkan hadirmu dalam hidup
Jadi penuntun ke fitrah-Nya tanpa redup
Maka dari itu biarkan kau terus kuhirup
Dan kemarilah bersamaku kau jalani hidup

Bengkulu, 11-12 April 2014 – Tahajud Mahabah Dua Insan
Puisi kolaborasi Lipul El Pupaka dan Dwi Risti Rahayu.

Arti Kata:
Khalis = Bersih, Suci, Tiada berhadast, Tiada bernajis, … dsb
Mahabah = Perasaan kasih sayang (mendahulukan rasa cinta kepada Allah)

Pernah posting di Kompasiana

Baca Juga Yang Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *