Senyum Dari Kasta yang (Kadang) Terlupakan

Like Comment
senyum dari kasta yang kadang terlupakan

Dalam senyumnya tersirat makna
Pada jejak kaki mungilnya tersimpan irama
Mereka berlari, menari, terbahak tawa canda
Merekalah si bocah-bocah generasi muda bangsa

Mereka mungkin belum mengerti apa itu hidup
Namun dari rona matanya tiada pernah senyum itu redup
Tak jarang tanpa beban mereka berkata
kami senang,
kami bahagia,
kami tidak mengeluh apalagi menyerah
walau terkadang dunia ini sedikit terasa tidak ramah

Hei… tuan puan di sana
Nih, tengoklah mereka yang selalu berseri-seri
Mereka masih setia pada negeri yang berasa tak berperi
Mereka masih bersenandung-ria menyambut hangat mentari pagi
Meskipun entah makan apa mereka esok, lusa, dan kemudian hari
Meskipun entah apa yang terjadi di negeri ini
Mereka tidak mau tahu, mereka tidak mau peduli

Aduhai… tuan puan petinggi
Dengarkanlah kidung welingan kami
: syukurilah hidup kalian yang berlimpah materi
: dan kami cukup bersyukur masih di beri hati nurani
: kala kau bersedih ataupun marah karena hasratmu tak terberi
: maka sempatkan dirimu untuk berpikir sedikit tentang kami
: karena di sini kami bertarung hidup dan mati
: demi satu cita-cita kecil yakni untuk dapat sesuap nasi

Bengkulu, 30 Maret 2014 Masehi

Pernah posting di Kompasiana

Baca Juga Yang Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *