Sajak Untuk Nenek

Sajak Untuk Nenek

Nek,
Usiaku dulu dua tahun delapan bulan
Emak pergi dari kehidupan
Menuju-Nya pemilik ciptaan
Aku, aku hanya denganmu bertahan

Sejak SD aku bersamamu
Tak ada kata nyerah dalam merawatku
Meski terkadang aku tak jarang membangkang
Melawan bila tak diberi apa yang aku mau

Walau dulu sempat kau ragu
Melihat atas apa yang ada di rumah
Sekarang aku buktikan
Aku telah sampai tingkat universitas

Tanpa kupungkiri
Itu semua berkat doa restumu padaku
Seorang bocah yang nekat untuk sekolah

Nek,
Tak jarang aku terbangun dari tidur
Ketika berpikir atas krida jerih payahmu
Yang belum sempat aku balas

Aku malu pada diriku
Aku malu pada raut mukamu
Terlebih aku malu pada batu nisan emak
yang menitipkan aku padamu

Oh.. Nek, Maafkan aku
Yang belum bisa berbuat banyak untukmu
Yang masih merepoti kala kesusahan
Yang masih merengek bila ada mau

Kini Nek, secarik asa kucurahkan padamu
Berkat doa dan welingan darimu
Aku membuktikan pada semua
Bahwa si bocah nakal
Yang dulu sering tidur di pondok uma
Yang dulu pernah nyeker ke sekolah
Yang dulu baju sekolahnya tidak sinkron
Yang kini nekat merantau untuk kuliah
Agustus 2014 nanti insyaAllah aku akan bertoga
Menjadi sarjana pertama dalam sejarah keluarga

Nek,
Terimakasih tak terhingga
Doa kebaikan sepanjang hayat
Akan selalu ku-haturkan untukmu
Agar Tuhan selalu memberkati hari tua-mu

 

Judul : Sajak Untuk Nenek
Penulis : Lipul El Pupaka

Catatan :

Puisi di atas tercipta di Bengkulu, 23 Februari 2014 (update16/10/2018) posting pertama kali di Kompasiana dan dibukukan dalam Buku Antologi Puisi Membungkam Priayi!, Pena Nusantara 2014.
Penulis waktu itu sedang bersibuk-ria mengerjakan skripsi dan puji syukur cita-cita dari puisi ini telah tercapai sesuai rencana. Saat ini penulis telah bekerja di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit.