Nina (Risa) Bobo

Nina (Risa) Bobo

tidurlah Risa, tidurlah
lihatlah terang cahaya bara di cakrawala sana
bukan terbit dari kebakaran besar di kota
itu datang dari parade lilin dan lampion pesta
menyambut lahirnya si jabang bayi ke dunia

tidurlah Risa, tidurlah
gelegar yang kau dengar garang
bukan ledakan bom atau rentetan senapan
itu hanya bunyi letusan mercon dan petasan
dari anak-anak mencari keceriaan di gang-gang

Risa O Risa… tidurlah dikau
raung menggaung dan pekik menggemuruh itu
bukan erang sirene dan seru perkelahian di gang buntu
itu sorak sorai peserta pawai serta lengking terompet bambu
Menyambut datangnya pengantin baru

Risa O Risa… tidurlah lelap
renggut indah bunga tidurmu
jangan satu pun kau biarkan layu
di sini daku ‘kan melantunkan syair merdu
sembari memberesi serakan puisiku
menyapu, memulung sisa tebaran aksara
merangkai gundukan puing-puing kata
dan menjadikanya ribuan puisi untukmu

Risa…
Selamat tidur dan jangan lupa berdoa.

.o.

Bengkulu, 11 Maret 2014

Catatan :

Posting pertama kali di Kompasiana dan dibukukan dalam buku Antologi Cerpen dan Puisi Romantika Cinta (Selaksa Bahasa Asmara), Alif Gemilang Pressindo, 2014.