Menuju Januari

Menuju Januari

aku letakkan harap pada malam gagu
kala kedua kelopak mata berperang dalam kantukku
dialah jangkrik dan burung hantu
silih berganti mentertawaiku
entah mengapa mereka seperti itu
padahal sudah kukatakan padanya bahwa
tentang kidung malang, telah hilang
tentang ruang hampa, telah terisi sempurna

pukul kosong dua dini hari
sulbiku terbang menemui
seseorang yang jauh di mata dekat di hati.
kuketuk lelap tidurnya lewat angin
dan kubisikan:
“sabar sayang, Januari empat bulan lagi.
sekarang lanjutkan tidurmu sendiri dulu. dan
bangunlah dengan senyum paling manis
setiap kali kau membaca pesan ini,
esok hari atau pun nanti-nanti.”


selimut kutarik menyelimuti tubuh
bantal guling merah tertempel erat di dada
“aku juga mau tidur, sayang
pukul lima nol-nol apel pagi dimulai,
rutinitas diri
aku harus berangkat kerja pagi-pagi
demi kendi di rumah agar tetap terisi.

Kalimantan Barat, 25 Agustus 2020