Memori Sebuah Nama

memuisi adalah hal terbaik
melepaskan seribu penat yang mencabik
pada sekutum bunga aku memekik
izinkan aku membuat larik

pada hari itu
tanggal, bulan, dan tahun lalu
dipertemukan aku dengan satu nama
ini bukan serucah nama saja
namun mula terbentuknya benang percintaan
yang hari ini menjadi kenangan
yang hari ini berusaha dikuburkan

ya, sebuah nama itu
kini meninggalkan sembilu
menyayat nadi hingga begitu terasa pilu
dan terlebih lagi ketika otak teringat masa lalu
rasanya gundah gulana melulu

duhai sekutum bunga pengindah taman
ini aku bukan menyesali pertemuan
namun sedikit menghardik perpisahan
yang hari ini terbentuk kebencian
yang hari ini meniadakan sapaan
yang hari ini menghilangkan jejak kekeluargaan

O bunga
aku tidak tahu apa itu senoktah kesalahan?
atau apa sajalah yang menjadi pertanyaan
namun itulah lingkar kenyataan
yang kini mengganjal pikiran

ah, tiada kata lagi yang mampu kurangkaikan
selain berkata; bahasa pertemuan dan perpisahan —menyakitkan!

duhai sebuah nama kenangan
terima kasih kuutarakan
karena saat ini masih menyisakan setitik kegalauan.

Bengkulu, April 2014

Memori Sebuah Nama pernah posting di Kompasiana