Hikayat Pemimpin Edan

7 Likes 1 Comment
Hikayat Pemimpin Edan Puisi Lipul

Sembari memiringkan kepala
dan menjulingkan kedua biji mata
mari kita bercerita; merangkai kata-kata
tentang wajah pemimpin rombengan
yang oleng mengapung di comberan
yang lagi gila dengan kekuasaan.

Dari rahim negeri yang celaka dan gawat,
ternyata ada pemimpin tanpa celana dan cawat.
memainkan kelamin; berlaku bak orang gila,
cinta, harta, tahta, … gila semuanya.
lihai berumbar manis kata-kata,
namun tiada banyak bukti nyata.
: betapa edannya dia, bukan?

Dia mengulum valium,
dalam senyum ganjil dan mesum.
Dia menjadikan tuhan arca kusam,
di sudut museum yang suram.
Dia menelan uang-uang negeri,
tanpa malu, untuk memperkaya diri sendiri.
Dia lupa tentang pedih adzab Ilahi,
tanpa sadar, tanpa pikir ulah itu baik atau keji.
: Dia benar-benar edan, bukan?

Oww… ternyata tak salah penilaian
dia itu benar pemimpin edan
hobi keluar negeri jalan-jalan
tanpa mengerti makna rakyat kesusahan
maka kala ulah bejat telah terkuakan
inginku, dia merintih dan mati di pejara
melumat siksa atas segala kebejatanya
kemudian perlahan berjalan pergi
memenuhi lambaian tangan-tangan sepi
penjaga api di museum panas neraka Ilahi.

_: hei… kau pemimpin edan,
kau pantas jadi penghuni jahanam!

Bengkulu, Maret 2014
Puisi Hikayat Pemimpin Edan pernah posting di Kompasiana

Baca Juga Yang Ini

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *