Hidup Menerawangi Hidup

2 Likes Comment
Hidup Menerawangi Hidup

Salah arah dari seruan pemilik bumi
Telaga suci terkontaminasi
Jasad-jasad asyik riang menari
Tercatut pada kesenangan diri
Melupa asal, melupa kemudian hari
Hidup mati, mati hidup, — lagi
Setelah mati biasa nian dilupai

Serentet rautan tanya bermuka; pada
Ilalang menajam berlabuh di raga berjiwa
Melambung asa membangun megah mayapada
Itu sia-sia usaha, salah caranya. Mengapa?
Tersulut api dosa lawakkan indah dunia

Darah-darah mengalir; pada
Cinta dunia bersambut neraka
Lakon makhluk banyak teorika
Sibuk berkecipung cari senang belaka
Hormat sesama, harga sesama sudah tiada
Saling umpat; hina-menghina hal biasa
— Ah betapa sia-sia diberikan-Nya nyawa
Enyahlah yang semacam itu bila nyata adanya
Rajamkanlah yang semacam itu biar merasa sebab ulahnya

Senoktah ucap agung penuh harap
Jiwa menginginkan ulah raga nan taat
Selaras dalam firman suci pemberi syafaat

O… Gusti penguasa dunia wal akhirat
Pada segumpal darah punya Hasrat
Pada seselir angin penyambung ucap
Bawa nyawa ini menyentuh telaga suci
Bimbing diri ini tuk menyulam jembatan firdaus Ilahi
Tamparlah ia bila segan mengingati hidup menuju mati
Sungguh yang diinginkan di dunia penuh selamat
Kelak bahagia selamanya di akhirat

Bengkulu, 2014 – Hidup Menerawangi Hidup

Pernah posting di Kompasiana

Baca Juga Yang Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *