Foraminifera

Foraminifera

tawa senyum bergelora
duka tertutup seru ha-ha
suka berlukiskan rupa fana
itulah aku di hadapan kilat kamera

bunga-bunga mekar indah
fokus terpotret menjadi mewah
secepat kedip terposting maya
hingga puaslah jiwa-jiwa foraminifera

bunga merintih segala resah
tergeletak sesak sembah sahaya
ranting kokoh patahlah sudah
hilang arti lenyaplah makna
itulah aku sebagai hamba
rela membunuh demi si puas mata

delik sang maya luarbiasa
membius mata meracun akal hambaria
jasad sembunyi dalam fatwa:
kalau aku suka, kalian mau apa
ini urusanku, kalian? haha, bisa apa?!

mayapada maya tak perlu organon
sebab yang tertulis ini adalah kini.
konon — katanya dari bilik oktagon

26 Oktober 2019
Kalimantan Barat