Home CELOTEH

CELOTEH

sejauh langkah terjejak sedalam jejak tertapak : aku, menyusuri jalan menuju kelak. november segera berlaludetik berdetak mengharu birumasa di dunia berkurang seiring waktucanda tawa, suka dukaterlukis nyata dalam kepala: aku, ialah paragraf sebuah cerita....
sore ini, selepas bangun tidur siang nun tenang, aku menyeruput kopi dingin yang sepulang kerja tadi kuletakkan di dalam kulkas inventaris. tak ada hujan sore ini. cuaca cerah, secerah harapan cucu nenek yang belum...
Menjual diri pada maya. Membual orasi ke udara. Menjagal harap hamba tulus. Menumbuh narasi nalar liar, membius. Kau terpuji di sini, dicaci di sana Kau tersanjung di sana, disandung di sini. Roda semesta memang berdansa seperti itu. Mengayun, mengalun...
Benar lupa bagaimana dulu syahdunya rasa di timangtimang. Dalam cerita tetua Aku dibawa kemana saja dirimu melangkah. Diayun-ayun dalam buaian kala kau menyiangi huma dibawah teriknya matahari. Deras peluh; bercucuran kau lap dengan baju lusuh yang sedang kau kenakan. Sambil sesekali...
Celoteh - Pada hari itu nama Tuhan digemakan. Seluruh penjuru negeri pertiwi katanya akan berkumpul -bersatu membela agama Tuhan, membela kitab suci, membela negara, mengawal fatwa dan blaablaa.. Yowesss... mareee. Seru, jauh sebelum hari itu berbagai media, semua latar belakang...
Celoteh - Sebelumnya, tulisan yang kurangkai dalam laman ini entah masuk kategori apa. Ini mengalir saja dari apa yang dipikirkan di kepala. Niatnya mau ngebahasperistiwa ayat Tuhan yang lagi hangat diperbincangkan. Akan tetapi sangatlah tidak mungkin rasanya karena perihal...