Apa Kabar?

Apa Kabar?

sengal bertumpu dibalik arteri tumit
lamun membumbung, melangit
swarasa; puja duka entah apa
plafon putih berbalas sapa
apa kabar di sana?

dalam Rahman dan Rahim
bibir tertangkup menahan tetes
si halus bulu bergidik di badan hamba
di sini, lahiriyahnya baik-baik saja
seperti yang terlihat dalam bola mata
dari bilik cermin tua

apa kabar di sana?
bagaimana hari-harimu bersama Tuanmu?
semoga baik-baik saja.
sebenarnya ada banyak hal yang mau disampaikan
tapi dunia sedang tidak begitu baik untuk kita bercerita banyak.
(nanti saja, lain waktu)

ah iya, kiriman luhung dari rebahku
mudah-mudahan tersampaikan. Mudah-mudahan.
dan Tuanmu tidak sudi menyiksa meskipun seujung kuku.

damai untukmu
restui langkah belahan jiwamu; aku
sebentar lagi akan memulai berbiduk ke hulu,
menuju ladang untuk bercocok tanam dan
menyemai sisa jasadmu di bumantara.

sampai berjumpa di halaman rumah Tuan kita, nantinya.

01 April 2020
Kalimantan Barat