Puisiku Ilusi Kebebasan

0
204
Puisiku Ilusi Kebebasan ilusi 2Bkebebasan
Gelora jiwa meluap di dada

Bertaut darahku keracak memerah

Getar hatiku ragapun berpacu

Ingin ku-daki puncaknya dunia

Bersorak riang tanpa sekatan

: Ini puisiku ilusi kebebasan

Menderu nafas, bergulat dengan waktu

Keping ilusi lahirkan puisi

Suarakan bait-bait kebebasan

Buang saja segala kegetiran

Kemarilah…!

Mari nikmati dunia dengan kemegahan

: karena puisiku ilusi kebebasan

Merah membara renyutan jiwa

Bergemuruh riuh di kedalaman sukma

Renggut segunung ilusi

Runtunkan syair-syair bahari

Ayo…!

Mari-kemari santapi molek alam Ilahi

[Aku memang korban setan, lantas kusuarakan takbir Tuhan]

Senggakan saja. Lepaskan saja. Semuanya!

Enyahkan hasrat yang t’lah lama memangkung

Hingga tiada lagi misteri terkukung

: karena inilah puisiku ilusi kebebasan

Aku senang, aku riang

Kata tertata tanpa terhadang

Ku-akui,

[Aku memang korban setan,lantas kusuarakan takbir Tuhan]

: karena inilah aku dan puisiku, semaian ilusi kebebasan

==O.o.O==

Judul : Puisiku Ilusi Kebebasan
Bengkulu, 19 Januari 21014
Arti kata:

  • Bertaut : Bersilang/Berpapasan/Bersambung/Sangkut/Menyangkutkan/…
  • Keracak : Deras/Melaju dengan cepat/…
  • Runtun : Rangkai/Deretan/Rentetan/…
  • Sengak : Sorakan (lagu)/Bentak/…
  • Memangkung : Mendera/Mengunci/Menahan/…
  • Semaian : Taburan/Tanaman Benih

Catatan :

Pertama kali dipublikasikan di Kompasiana dan diterbitkan dalam buku antologi puisi Membungkam Priayi!, Pena Nusantara, 2014.


ilustrasi : pixabay

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here