PEMULUNG KATA

Aku adalah pemulung kata,
kubangan ilusi mencari jejak nyata
pada lukisan tapak kaki Samara
yang ditelan oleh gelombang nakal samudra

Sejuta rasa
hadirkan tanya
akan dirimu meninggalkan doa
kuhardik ketakutan untuk mati muda
oleh hujan tombak durjana

laksana noktah sinar di tepian kegelapan
bercerita akan tangis ombak di lautan
Tanah mempukah
Membelah liang kubur timbunan memerah
Itu jasad tak bernisan, berbaring pasrah.

Aku adalah pemulung kata,
kubangan mimpi akan zaman
Sumpah serapah bagai buih ocehan, beralunan
Onggokkan sisa-sisa hidup yang tak lagi beruangan

Ketika gema gua dan debur ombak masih bersahutan
Memberi ketenangan yang sedari dulu menjadi santapan
Biarlah dunia jumawa terkutuk menjadi keikhlasan.

Aku adalah pemulung kata,
Lingkaran membentang di sepanjang kian
tepian curam kusulap menjadi lautan harapan
Dari sini aku bersaksi kepada kota-kota yang penuh kekejaman
Akan asap-asap hitam merangsang nafsu sang jutawan
akan jerit dan tangis mengalir bersama asa kehidupan
Di langit tak ada lagi kerlap-kerlip rasi sang bintang
hanya gelap, sekelam benak anak manusia yang tak bernaungan

Ketika camar masih terus berbahakan
dan nyiur memberi salam perpisahan
Sang lanun hanya menjadi teman
saksi bagi bulan yang bugil mematut badan
Dan aku tetaplah pemulung kata
yang bercermin pada kealpaan jiwa
mencari kasih yang lama menguap di dada
menulis apa yang di rasa
menuju keridaan Sang Pencipta.

Aku adalah pemulung kata
Kubangan ilusi mencari jejak nyata.

==O.o.O==

Bengkulu, 30 Januari 2014

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here