Maaf Aku Sibuk, Jangan Kau Kutuk

2
191
Maaf Aku Sibuk, Jangan Kau Kutuk clock 407101 960 720
pada lembaran putih di atas hitam

pandanganku tertahan tampak buram

oleh bait mendayu yang menyiram

terbuai rangkaian kata yang disulam

: ah… aku sibuk. sibuk siang dan malam

terbawa lena hari yang menyapa

tak bisa merangkai kata-kata

pada siapa aku mengadu atas rasa?

: ah… aku sibuk. sibuk bekerja.

: demi esok tiada dahaga

berasa saja #penailusi-ku henti sejenak

di atas tapak jalan yang kupijak

tersedak juga tiada mampu merangkak

: ah… aku sibuk. rubuh tubuhku tak bisa bertegak

oh… My God

sungguh aku terjerat

#penailusi terpeleset kala memanjat

ini puisiku sendiri telah menghujat

menghujat jiwa karena diksi tak mampu disirat

: ah… aku sibuk. hingga penaku tersendat

tak tahu sampai kapan aku bisa konsen duduk

tenang bercakap rima dengan khusyuk

hm… entahlah. saat ini kubiarkan penailusi mengantuk

menikmati bunga tidur di ranjang empuk

#penailusi,

maafkan aku saat ini

karena aku benar sibuk tiap hari

sibuk revisi skripsi

sibuk mengais secuil rezeki

#penailusi,

ini kurangkai puisi agar kau tak mengutuk

karena di lembar ini kupaksakan duduk

menyulam kata pamit yang dikeruk

meski laksana orang mabuk

meski tertatih hiruk pikuk

mohon jangan terlalu dalam aku dikutuk

: ah… aku sangat sibuk.


==O.o.O==


Karya : Lipul El Pupaka

Bengkulu, 04 Feburari 2014


Diterbitkan dalam Buku Antologi Puisi Membungkam Priayi! dan diposting pertama kali di kompasiana.
ilustrasi : pixabay

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here