Kidung Welingan Pena Ilusi

karena dengan puisi kau kan di-ingati

0
221

di sini
saat ini
di hari ini
di muka pelangi
kutertunduk mati
terpenjara dan meratapi
dalam asa tak mampu berdiri
dalam hasrat jiwa berasa dikebiri
itulah indahnya pelangi yang tergoresi tapi
pena ilusi,
saluran hati,
pemulung diksi,
pelantun rasa diri,
perangkai indah puisi,
bernyanyi di dunia kreasi,
semua itu ‘kan mudah diakhiri
karena hidup haruslah dinikmati
tanpa menggerutu pada diri tiap hari

berkata padaku pena ilusi :
bahwa hidup dijalani dengan happy
teruslah merangkai syair-syair syahdu puisi
karena puisi hingga nanti tak ‘kan pernah mati
bilapun puisi kau temukan mati, itu hanya mati suri
bangunlah lagi
pulung beribu diksi
kembali berimajinasi
tulislah bermilyaran puisi
lebih banyak dan banyak lagi
hingga kau benar-benar dipanggil Ilahi
karena dengan puisi kau kan diingati

duhai pena ilusi,
denganmu indah kurasai
sungguh kupuja dan kugilai
‘kan kurawat tanpa henti berpuisi

Demikianlah wahai pencinta puisi
kidung welingan pena ilusi

==O.o.O==

Bengkulu, 25 Januari 2014

*Puisi ini pernah direview oleh Tim FAM Indonesia pada bulan Maret 2014. Berikut linknya : http://www.famindonesia.com/2014/03/ulasan-puisi-kidung-welingan-penailusi.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here