sejauh langkah terjejak
sedalam jejak tertapak
: aku, menyusuri jalan menuju kelak.

november segera berlalu
detik berdetak mengharu biru
masa di dunia berkurang seiring waktu
canda tawa, suka duka
terlukis nyata dalam kepala
: aku, ialah paragraf sebuah cerita. penuh harap dan
dahaga agar padanya disatukan Kuasa.

tanya keramat masih belum meredam
jawaban atasnya terpendam dalam-dalam
cekikihan sedu hanya kilasan
: aku, afirmasi tawa yang tertahan.

nun jauh di mata
langit menyajikan aneka rima
gemuruh membuncah gema bertalu
bumi basah, gersang pun berlalu.
pada petang jingga merangkak hilang
di tengah ilalang jadi setinggi pinggang,
asanya tetap setia memboncengi malam nan lengang.
: dan aku, masih berbalut tanya dan bersatu dalam Sang Hyang.

dari bilik jeruji hati
terpatri merdu hasrat diri
“hei, ini bukan pasrah pada keadaan
tapi berserah pada Tuhan. perihal ke mana (kepada siapa)
kelak menetap dan bertahan hanya pada-Nya-lah semua jawaban kepastian.”

: dan aku, tetaplah berlaku baik dan perbaiki laku.

===
Kalimantan Barat, 27 November 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here