jomblowati © lipul.id  Jomblowati cewek 2B2
menikmati kesendirian/pixabay.com

dia sudah tiga puluh dua
tetapi belum juga berdua
dan di parasnya yang porselin
kulihat musim perlahan bersalin

ketika kutanya kekasihnya siapa
dan di mana gerangan dia berada
bibirnya yang tipis menggaris senyum
enggan berucap seperti luka yang dikulum

ketika kutanya ada apa
dia hanya diam menatap saja
tetapi ketika aku terus mendesak
dia menjawab setelah tertawa terbahak:

jangan tanyakan tentang kekasih
karena aku cuaca yang beralih
bianglala di cakrawala telah pudar
lautan yang dulu indah kini tenang tawar

sudah, jangan bertanya lagi
temani saja aku semalaman ini
tolong tuangkan lagi segelas
tetapi jangan padaku kau berbelas

toh, kita bersama takkan lama
dan kau hanya salah satu nama
kebetulan tubuhku rindu berbincang
dalam seru percakapan di ranjang

selanjutnya adalah sentuhan lembut
yang saling menyahut, saling menyambut
hingga datang gempa mengguncang gempar
dan sepasang mata bersitatap nanar

astaga, dia sudah tiga puluh dua
tetapi tetap seperti kanak yang menolak tua
dan di parasnya yang porselin
kulihat musim telah jadi lain

==O.o.O==

Bengkulu, 18 Maret 2014

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here