Jemari, sejatinya tak kuasa merangkai kata. Adalah duka – seperih rasa yang tak terungkapkan jiwa. Serta isak yang menuntun merangkai kata kala kau diputuskan pulang untuk selamanya. Pulang dari alam fana. Dari tempaan tungku suka duka. Dari alam bernama dunia.

Sedari dulu jalan pulang itu telah terang di mata Tuhan. Itulah ia bernama ajal.
Tak ada yang dapat menghitung ajal tiba. Tak seorang pun jua yang mampu mengelak kedatangannya. Sebab, dunia kita adalah tentang ciptaan Tuhan dan kematian. Mati adalah tentang kita dan Tuhan.

Gan,
Tangis kami takkan bisa menghentikan takdirmu. Dan duka kami tak pernah tahu bagaimana kau dihadapan Tuhan. Namun kami bisa berharap dalam kidung suci, semoga amal baik yang pernah kau buat selama hidup; diperhitungkan Tuhan di-sisi-Nya.

Selamat jalan untuk selamanya, Gan.
Tenang dan damailah kau di alam baru menuju kekekalan. Kami ikhlas dan tetap tabah atas kehilangan dirimu.

Kalimantan Barat, 17 Mei 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here