Dear Aquina, Kembali lagi aku memuisi untukmu Seorang wanita yang selalu kucinta Padamu, aku ketahui Kau adalah gadis lembut nan gemulai Mampu meliuk; menari dalam badai Kau wanitaku Tak ada kata sesal aku memilihmu Karena padamu seluruh penjuru ‘kan tunduk Memberi kasihnya yang bertumpuk Maka itu, Bila kelak kau temukan...
Lebih dari, ah... bahkan tak terhitung lagi amat banyak warta televisi tersuguh tiap Emak menanak nasi hanya itu itu saja; basi. Politisi berhadapan politisi bicara dengan segudang temuan teori teori berlandaskan lima sila -demokrasi pancasila, katanya berseri. "he'eh!mengatasnamakan kami... - rakyat negeri- ... duh.....
Gopoh sapa beralas kala Lenggok badan menuai duga-duga Akankah logat khas asmara dimatikan? Duga ini begitu kuat melumuri benak Baik buruk; semua terasa baik Inilah kala yang gila tak terelakan Menikam rerasan yang ada Kasih dwisisi bertransisi Pada sekian aksara dipadukan Membentuk pikiran yang dilontarkan Akankah cerita silam kembali...

O

lautan berdebur ombak persepsi pecahkan jarak siapa tulang rusukku kelak? ada yg kusebut teorika-rasa dalam jejak arah petapa senja di mana setiap tindakan adalah pikiran akan setia perasaan aih... pasti kau bantah atas teori yang ku-usung meski nyata bukti tlah berlangsung karana itulah kau yang berdengung sayup kurasa, namun...
Aku masih sempat menyapa angin : Kau yang di sana Aku sangat ingat dan paham saat detik-detik ini. Di mana gurat senyum menyeringai diteriknya mentari. Di antara hembusan angin yang meruntuhkan dedaunan. Kau seakan datang melambai memberi kehangatan Kau yang di sana,...
“menjadi terkutuk! … maka terkutuklah semua yang ada dibumi termasuk dirimu yang membaca diriku” “rajamlah! … rajamlah aku yang berbicara tanpa terikat bait rajamlah aku yang berteriak tanpa mengeja huruf atau aku yang terbang ke ujung langit –menjauh” padamkanlah semua cahaya biarkan semuanya tanpa warna cahaya hanya memberi sudut,...
Dear Aquina, Lagi-lagi aku mengingat tentang dikau yang telah jauh di sana. Bersembunyi dalam hasrat rasa beraga, bersenandung dalam buaian syahdu dunia. Hingga pada hari ini kuputuskan untuk mengirimkan sepucuk surat lusuh kepadamu. Aquina, kaulah sahabat yang menjadi cinta. Yah, aku telah mengenal...
Aku tertombak rindu dari tumpukan renda berajut pilu. Hingga teringat kerlingan masa lalu yang tak dapat kupungkiri, yang akhirnya membuat basah tulang pipi. Benar dusta, jika aku mencumbui malam tanpa rasa. Menjadi munafik, jika kukatakan telah kutinggalkan malam demi...
Menjelaga tubuhku pun aku rela selamanya aku ‘kan tetap bersamanya merajut melukis dikara ribuan aksara dalam syahdu mendayunya belaian rima ...A... ...E... ...I... ...O... ...U... logat desah rimaku padanya tersaji berlarik-larik memain bahasa hingga bergetar tubuhku oleh nektar diksi-diksi yang mengutuk hidupku hanya dia yang kudu di gilai __”ah... kau sungguh bisa...
TEMBANG IBA RIMBA RAYA Ada pokok pohon kayu tua dengan pasrah dan rela berderak tumbang sendiri di tengah rimba raya. Hatinya rekah bak mawar merah yang mekar membuka menampung bias cahaya. Hewan dan tetumbuhan tersentak senyap sejenak mendengar jerit terakhirnya yang akan pecah ketika rebah. Tanpa doa dan upacara setitik asa hidup kembali...