tidurlah Risa, tidurlah lihatlah terang cahaya bara di cakrawala sana bukan terbit dari kebakaran besar di kota itu datang dari parade lilin dan lampion pesta menyambut lahirnya si jabang bayi ke dunia tidurlah Risa, tidurlah gelegar yang kau dengar garang bukan ledakan bom atau rentetan senapan itu...
Nek, Usiaku dulu dua tahun delapan bulan Emak pergi dari kehidupan Menuju-Nya pemilik ciptaan Aku, aku hanya denganmu bertahan Sejak SD aku bersamamu Tak ada kata nyerah dalam merawatku Meski terkadang aku tak jarang membangkang Melawan bila tak diberi apa yang aku mau Walau dulu sempat kau ragu Melihat...
Untukmu duhai perawan berajah. kau tak pernah cerita tiada pula kabar berita tetapi nampak dari jerit mata mengisyaratkan kau menderita rambutmu bak belukar kulitmu sabana terbakar sukmamu ringkik kuda liar memekik luka sebelum terkapar janganlah menampik sangat jika kuminta sekedar nomor alamat tak kau inginkah ada yang sempat tercatat dari sekelumit...
Celoteh - Pada hari itu nama Tuhan digemakan. Seluruh penjuru negeri pertiwi katanya akan berkumpul -bersatu membela agama Tuhan, membela kitab suci, membela negara, mengawal fatwa dan blaablaa.. Yowesss... mareee. Seru, jauh sebelum hari itu berbagai media, semua latar belakang...
Gelora jiwa meluap di dada Bertaut darahku keracak memerah Getar hatiku ragapun berpacu Ingin ku-daki puncaknya dunia Bersorak riang tanpa sekatan : Ini puisiku ilusi kebebasan Menderu nafas, bergulat dengan waktu Keping ilusi lahirkan puisi Suarakan bait-bait kebebasan Buang saja segala kegetiran Kemarilah...! Mari nikmati dunia dengan kemegahan : karena puisiku...
Setiap memulai untuk menulis dan menumpahkan segala isi kepala, selalu saja tawa kecil mengiringi. Heran juga sih. Maybe, itu tandanya kalo tulisan ini tak layak dibaca dengan ilmu "tafsir". Mmpusss! # Bercerita pada angin mungkin adalah hal terbaik untuk dilakukan manusia...
akulah kehidupan bermuara manusia dan manusia terikat dalam ikrar suci cinta menumpah, ditumpahkan setitik nutfah hina dalam rahim si empunya oleh-Nya, Yang Mahakuasa Sang Pencipta Mahakarya memberi roh nyawa pada raga dan aku yang dihidupkan ke dunia. dari sekian kala tahapan dilalui nyata terangkai dalam bait-Nya membelah mata menusuk jiwa bersemanyam dunia-Nya dalam raga aku...
Celoteh - Sebelumnya, tulisan yang kurangkai dalam laman ini entah masuk kategori apa. Ini mengalir saja dari apa yang dipikirkan di kepala. Niatnya mau ngebahasperistiwa ayat Tuhan yang lagi hangat diperbincangkan. Akan tetapi sangatlah tidak mungkin rasanya karena perihal...
pada lembaran putih di atas hitampandanganku tertahan tampak buramoleh bait mendayu yang menyiramterbuai rangkaian kata yang disulam: ah... aku sibuk. sibuk siang dan malamterbawa lena hari yang menyapatak bisa merangkai kata-katapada siapa aku mengadu atas rasa?: ah... aku sibuk....
: Dia Raja Merajai Langit dan Bumi :Dia melihatSetiap yang diperbuatDia mendengarSemua yang lisan umbarDia tetap mengetahuiMeskipun tersembunyi di lubuk hatiDia Raja dari rajaDia pencipta semestaDia juga paling berkuasaDia-lah pemilik surga dan nerekaKrida baik dan mungkar tak ‘kan lepas...