Home Authors Posts by Lipul El Pupaka

Lipul El Pupaka

45 POSTS 3 COMMENTS

Politik. Kepada Alberto

To, ayolah kita mulai dengan cekikihan tapi jangan lupa kretek dan kopi hitam dipesan biar sedikit cair obrolan kita ini perkara njelimet sekali, To apa berita tersadis beberapa hari ini banyak. coba sesekali sempatkan diri untuk nonkrong sebentar saja depan televisi maka banyak berita tersuguh, menguak apalagi perihal kekuasaan dan politik oh, sudah barang...

Khaera & Katanya

Namanya Khaera keturunan melayu - asli Indonesia dari keluarga sederhana gurat senyumnya penuh bahagia ia berhijab sejak SMA ia selalu ceria Khaera Ia tak paham cinta-cintaan Ia suka anak-anak suka bermain di pantai dan daki gunung Ia juga rajin ikut pengajian Ia jarang main facebook, twitter, instagram malas katanya, dan tidak begitu paham Ia tak kenal rayu-rayu, bualan,...

Aquina & Iblis

Aquina gadis dewasa tubuh mulus aduhai kedipan matanya menggoncang dada nadi 'kan terhenti berselang detik aorta deras memompa darah melewati tapal batas normal aku terkapar. kejang-kejang. Di atas kasur biru tosca Aquina terkikih licik; "mampus kau jalang, cintaku adalah jelmaan para iblis. Dan kau rupanya juga iblis. Menggoda perawan. lalu tak segan kaucampakkan. Sekarang rasakan...

Kidung Aku

Sengal mengakar kelakar memudar cerita silam afirmasi nanar semuanya riuh membenar hingga melupa tubuh terkapar Adalah sumbu bercumbu kaku adu membalak, mata menyala rekan sekata sudah sirna tak sama tapi menolak beda baik sangka sia-sia duga merubah cita sangka dibenam ego ala-ala saya aku mencari arah mengelak sayatan luka berdarah menangkal perih dari segala arah untuk ia agar tak...

Hama di Ladang Paman

Di ladangku dulu singa mengaum dengan kuasa gila kadang juga ia berteman domba-domba; mengembek dan menganga. Saat ini. Di ladang milik Paman itu semua tidak ada. Namun hama pastilah ada. Seperti burung pipit. Kicaunya menari di gendang telinga. Kece, sedap di pandang dan di dengar meski sedikit merisikan. Tapi, tak...

Ablasi Senja

Senja selalu datang. Ia bukan hanya penghantar waktu dari siang ke malam. Senja adalah kita. Lalu siluet jingga adalah saksi atas ikrar cinta. Namun senja kini sudah tiada lagi definisi berarti. Ia datang, menapakkan bayang, lalu berselang detik mengepakkan sayapnya; pergi. Gita puja dulu membahana, kini menyisakan luka...

KELUKAKU

Satu setengah tahun. Laman pribadiku bungkam, atau boleh aku katakan telah hilang nyawa. Tidak ada aktivitas sama sekali. Penaku patah. Resahku tak terarah. Ilusi liarku matilah sudah. Tak ada rangkaian kata indah tertulis mengatasnamakan namamu yang indah. Seingat dayaku. Satu setengah tahun lalu, tiada hari tanpa...

Biarlah Timbangan Rindu Lebih Berat Padaku

Dengan lamat-lamat aku menatapi kerlip bintang nan jauh di sana. Duduk di teras rumah dan di iringi alunan lagu-lagu klasik yang menghanyutkan. Secangkir kopi hitam dan kepulan asap-asap sigaret menjadi teman setia menyeruak malam minggu bisu. Dingin deru bayu melambai syahdu bukanlah jadi pengganggu. Hasrat...

Cengkrama Debu

Sebesar apa tanda titik yang menghentikan tanda tanya. Sekokoh apa tanda seru yang menegaskan atas pilihan. Dan sejelas apa ukiran pena agar ia tak memudarkan harapan. Dinihari, detak jarum jam dan gemericik kidung sungai saling sapa. Seakan mengajak berandai-andai dalam berkehidupan. Aku, bersama hembusan nafas...

Damailah Duhai Gan

Jemari, sejatinya tak kuasa merangkai kata. Adalah duka – seperih rasa yang tak terungkapkan jiwa. Serta isak yang menuntun merangkai kata kala kau diputuskan pulang untuk selamanya. Pulang dari alam fana. Dari tempaan tungku suka duka. Dari alam bernama dunia. Sedari dulu jalan pulang itu...