Home Authors Posts by Lipul El Pupaka

Lipul El Pupaka

40 POSTS 3 COMMENTS

Ablasi Senja

Senja selalu datang. Ia bukan hanya penghantar waktu dari siang ke malam. Senja adalah kita. Lalu siluet jingga adalah saksi atas ikrar cinta. Namun senja kini sudah tiada lagi definisi berarti. Ia datang, menapakkan bayang, lalu berselang detik mengepakkan sayapnya; pergi. Gita puja dulu membahana, kini menyisakan luka...

KELUKAKU

Satu setengah tahun. Laman pribadiku bungkam, atau boleh aku katakan telah hilang nyawa. Tidak ada aktivitas sama sekali. Penaku patah. Resahku tak terarah. Ilusi liarku matilah sudah. Tak ada rangkaian kata indah tertulis mengatasnamakan namamu yang indah. Seingat dayaku. Satu setengah tahun lalu, tiada hari tanpa...

Biarlah Timbangan Rindu Lebih Berat Padaku

Dengan lamat-lamat aku menatapi kerlip bintang nan jauh di sana. Duduk di teras rumah dan di iringi alunan lagu-lagu klasik yang menghanyutkan. Secangkir kopi hitam dan kepulan asap-asap sigaret menjadi teman setia menyeruak malam minggu bisu. Dingin deru bayu melambai syahdu bukanlah jadi pengganggu. Hasrat...

Cengkrama Debu

Sebesar apa tanda titik yang menghentikan tanda tanya. Sekokoh apa tanda seru yang menegaskan atas pilihan. Dan sejelas apa ukiran pena agar ia tak memudarkan harapan. Dinihari, detak jarum jam dan gemericik kidung sungai saling sapa. Seakan mengajak berandai-andai dalam berkehidupan. Aku, bersama hembusan nafas...

Damailah Duhai Gan

Jemari, sejatinya tak kuasa merangkai kata. Adalah duka – seperih rasa yang tak terungkapkan jiwa. Serta isak yang menuntun merangkai kata kala kau diputuskan pulang untuk selamanya. Pulang dari alam fana. Dari tempaan tungku suka duka. Dari alam bernama dunia. Sedari dulu jalan pulang itu...

Tembang Iba Rimba Raya (2)

tembang iba rimba raya
Tuan, Jangan kau sayat nadi kami biarkanlah kami tetap tegak; kokoh, di atas jemarijemari kaki ringkih kami. Biarkan uraturat kami merayap mencari alir kehidupan sendiri. Dan teruntukmu Nona tolong tenunkan kain kesedihan. Sebab, Bila nanti hasrat Tuantuan itu tak tertahan lagi, ikhlaskan; -izinkan kami mati dengan berselimut kain itu 25 Juli 2017 - Sumatra Barat.

Duhai kasih, rindukanlah yang merindukan

rindu
Duhai kasih, rindukanlah yang merindukan Lambai nyiur pinggir pantai di temani sore jingga yang menenangkan, aku begitu mesra bercakap dengan rima seraya mengeja kenangan bersamamu. Uhm... terlihat berlebihan kah bila kukatakan demikian? Jingga kemerahan itu lenyap perlahan diiringi deru ombak, lalu berganti sinar lampulampu kapal nelayan. Aku masih...

Ada Rindu Tak Berujung Di Balik Batu Nisan

Kuburan Umak Ku
Benar lupa bagaimana dulu syahdunya rasa di timangtimang. Dalam cerita tetua Aku dibawa kemana saja dirimu melangkah. Diayun-ayun dalam buaian kala kau menyiangi huma dibawah teriknya matahari. Deras peluh; bercucuran kau lap dengan baju lusuh yang sedang kau kenakan. Sambil sesekali kau menoleh ke arah buai...

Aquina: Bedebah kau, Jang!

bedebah kau, Jang!
Bedebah, kau Jang! Begitulah kata keluar dari bibir tipismu yang seakan mengutukku lagi bergumul mesra bersama asap# Aquina, diri ini mungkin tak sebaik pria yang kau idamkan, berbalut safari beken dengan bekas setrikaan setajam silet, dan bertumpu pada sepatu mengkilap. Tapi perlu sedikit kau tahu, apaapa yang ada padaku...

Target Tereja di Rumah Kita

dua belas selalu jadi angka akhir dari tahun yang akan berakhir mari sejenak kita merenung lalu tanya, hal buruk apa yang pernah dilakukan? laku seperti apa yang buat orang enggan menoleh pada kita? cukup dua hal itu saja dulu silakan di-jawab jawab dalam nadir yang berdetak sungguh, tiada reaksi tanpa aksi-#- di halaman rumah...