Aquina
gadis dewasa

tubuh mulus aduhai
kedipan matanya menggoncang dada
nadi ‘kan terhenti
berselang detik
aorta deras memompa darah
melewati tapal batas normal
aku terkapar. kejang-kejang.

Di atas kasur biru tosca
Aquina terkikih licik;
“mampus kau jalang, cintaku adalah jelmaan para iblis. Dan kau rupanya juga iblis. Menggoda perawan. lalu tak segan kaucampakkan. Sekarang rasakan cintaku. mampuslah kau si jalang”
katanya sembari menganggukkan kepala.
Lalu kembali menikam pembuluh darahku.

Aquina
Pergi.
Aku
Mati.

Aquina
Pergi.
melanjutkan misi mulianya
membasmi iblis-iblis lain.

– 19 12 2018 Kalimantan Barat –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here