akulah kehidupan
bermuara manusia dan manusia
terikat dalam ikrar suci cinta
menumpah, ditumpahkan setitik nutfah hina
dalam rahim si empunya
oleh-Nya,
Yang Mahakuasa
Sang Pencipta Mahakarya
memberi roh nyawa pada raga
dan aku yang dihidupkan ke dunia.

dari sekian kala
tahapan dilalui nyata
terangkai dalam bait-Nya
membelah mata
menusuk jiwa
bersemanyam dunia-Nya dalam raga
aku telah hidup dengan-Nya, bernyawa.

hidup karenanya dan Dia,
pada-Nya aku meminta
dan kini aku berikrar kata
: ………………………………

akulah kehidupan
setiap untaian napas
setiap denyutan nadi
setiap mata berkelip berkedip

akulah kehidupan
sejauh mata memandang
setinggi gunung menjulang
sedalam samudra dunia
seluas gurun gersang

akulah kehidupan
dalam gerak terhenti
dalam jejak terhapus
dalam ingatan melupa
dalam batin yang merebah

akulah kehidupan
pada alam hati
pada alam pikir
pada alam kepala hingga kaki
: karena pada alam-Nya, akulah kehidupan.

akulah kehidupan
di lingkaran jiwaku,
hina ku menuju sempurna-Nya
dari Mandala Kusangka,
Madala Seba,
Mandala Raja,
Mandala Wening,
Mandala Wangi
Mandala Agung,
menuju Mandala Hyang.
menuju Dia Pemilik Semua
: karena dari dan untuk-Nya akulah kehidupan.

roh berlari dari raganya jiwa
dunia terhenti
hari sangkakala memecah semesta
: akulah kehidupan,
: dan aku akan kembali dihidupkan.

akulah kehidupan,
: akulah yang dihidupkan
: akulah yang berkehidupan
: dan akulah yang kembali dihidupkan
: karena hidup dalam Karya Agung-Nya

akulah kehidupan
namun kehidupan bukan aku
melainkan kehidupan adalah Pemilik aku
/Tuhan Yang Maha Menguasai aku/

.o.

Bengkulu, 12 Februari 2014

Posting pertama kali di Kompasiana dan diterbitkan dalam buku antologi Membungkam Priayi! (Pena Nusantara 2014)

Arti-arti kata :

Mandala Kusangka : Kualitas jiwa paling rendah yang memikirkan seks, gaya hidup, kekuasaan (yang bersifat kebinatangan).
Mandala Seba : Kualitas jiwa yang hanya memikirkan dirinya sendiri
Mandala Raja : Kualitas jiwa yang telah memikirkan tentang kebijakan dan kebajikan
Mandala Wening : Kualitas jiwa yang telah memikirkan tentang kasih-sayang
Mandala Wangi : Kualitas jiwa yang telah memikirkan tentang kebenaran
Mandala Agung : Kualitas jiwa yang telah memikirkan tengan kehidupan bersama (kehidupan bangsa dan agama)
Mandala Hyang : Kualitas jiwa paling tinggi (bisa dikatakan sempurna), yang telah memikirkan tentang kesemestaan (Hubungan kepada sesama manusia, alam, dan Tuhan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here