Ada Rindu Tak Berujung Di Balik Batu Nisan

Mak, apapun ceritanya; Aku Mencintaimu!

6
6273
Kuburan Umak Ku

Benar lupa bagaimana dulu syahdunya rasa di timangtimang.

Dalam cerita tetua

Aku dibawa kemana saja dirimu melangkah. Diayun-ayun dalam buaian kala kau menyiangi huma dibawah teriknya matahari. Deras peluh; bercucuran kau lap dengan baju lusuh yang sedang kau kenakan. Sambil sesekali kau menoleh ke arah buai yang terayun itu. Kau khawatir, mungkin dia terbangun dari lelap tidurnya. Kau sangat khawatir akan itu!

Masih dalam certia tetua

Sampailah pada usiaku dua tahun delapan bulan takdir Tuhan itu tak bisa kau (kita) tangkal. Takdir itu datang bak badai besar yang meluluhlantakan semesta raya. Aku samasekali tak mengerti apaapa. Menangis pun tidak. Sedih juga entah bagaimana rupanya. Kau dipanggil untuk menghadap pemilik sejatimu setelah kau berjuang untuk melahirkan anakmu (adikku).

Takdir itu amatlah kejam! Kenapa?…
Karena kau tak sempat menyentuh anak yang baru saja kau lahirkan. Kau tak sempat melihat bagaimana rupanya. Kau tak sempat mendengar tangisnya. Itu untuk adikku. Dan untuk aku, kau tak sempat menyampaikan apa yang ingin kau sampaikan.

Kini telah 23 tahun lebih kepergianmu, aku lupa bagaimana rupamu. Aku lupa semuanya tentangmu. Sehelai foto dirimu saja tak pernah aku lihat dan memang itu tak ada. Sedih.
Dan dalam 23 tahun itu, hanya batu nisan inilah yang bisa aku lihat sambil berharap dirimu tersenyum menyapaku.

“Anakku, kau sudah tumbuh dewasa. Bagaimana keadaanmu, Nak? … Akh, pastinya kau sehatsehat saja kan.” Kau mengelus-elus kepalaku.

Mak, batu nisan ini obat rinduku padamu yang tak berujung. Aku juga akan kesini nantinya.

Mak, batu nisan ini juga yang memanggilku untuk pulang ke kampung halaman meski sejauh apapun aku pergi.

Mak, kau tak mungkin membaca apa yang aku tuliskan ini. Tapi aku yakin kau selalu ada dalam aliran darah dan detak nadiku.

Mak, semoga dirimu ditempatkan bersama orang-orang baik pilihan Tuhan di sana. Doakan anakmu untuk selalu memperbaiki diri dan laku berkehidupan.

==
Lubuklinggau, 29 Juni 2017

6 COMMENTS

  1. Uugh… :'(
    Bikin nyesak dada ini, Bro.
    Kebayang pulak lebaran kemarin baru bisa ziarah makam Ayah yang udah 9 tahun tak ane kunjungi :'(

    Semoga Mak si Bro tenang di sisi Allah, juga Ayah ane, serta semua mereka yang telah mendahului kita.
    Aamiin Allahumma aamiin.

    Camkohaa (Y)
    Peace be upon you

    • Terimakasih bang.
      Ini ditulis pas pulkam lebaran kemarin bang.

      Aamiin,
      Semoga mereka selalu ditempatkan pada tempat yang terbaik.

      Camkohaaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here